Soal Akuntansi Penyesuaian

Jurnal penyesuaian memang susah dimengerti…tetapi dengan sering latihan akan menjadi mahir. ini ada contoh soal penyesuaian silahkan dicoba.

baca selengkapnya

1. Jurnal Penyesuaian
Setiap perkiraan yang tampak dalam laporan keuangan haruslah menunjukkan nilai yang seharusnya, oleh karena itu perlu disusun jurnal penyesuaian pada akhir tahun buku, yaitu setelah neraca saldo selesai disusun.
Fungsi jurnal penyesuaian adalah :
a. Untuk koreksi kesalahan.
b. Untuk pemindahbukuan.
c. Untuk mencatat pos-pos akrual, yaitu yang masih harus diterima/dibayar.
d. Untuk mencatat pos-pos deferal, yaitu yang diterima lebih dulu atau dibayar lebih dulu.
e. Untuk mencatat penyusutan
f. Untuk mencatat susulan pembukuan.
Data yang diperlukan untuk membuat jurnal penyesuaian adalah neraca saldo dan data penyesuaian yang diperoleh pada akhir periode akuntansi. Jurnal yang dibuat oleh perusahaan antara lain :
a. Jurnal penyesuaian untuk taksiran kerugian piutang
Beban kerugian piutang xxx
Cadangan kerugian piutang xxx
b. Jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan
1) Menggunakan perkiraan ikhtisar L/R, jurnal yang dibuat sebagai berikut
a) Jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan awal periode
Ikhtisar L/R xxx
Persediaan brg dagang xxx
b) Jurnal penyesuaian untuk persediaan barang dagangan akhir periode
Persediaan brg dagang xxx
Ikhtisar L/R xxx
2) Menggunakan perkiraan harga pokok penjualan
Unsur-unsur yang mempengaruhi harga pokok penjualan adalah persediaan barang dagangan awal, pembelian, beban angkut pembelian, retur pembelian, potongan pembelian dan persediaan barang dagangan akhir. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :
a) Unsur-unsur yang menambah harga pokok
Penjualan yaitu : persediaan barang dagangan awal, pembelian dan beban angkut pembelian, saldonya dipindahkan ke dalam perkiraan harga pokok penjualan.
Harga pokok penjualan xxx -
Persediaan barang dagangan – xxx
Pembelian – xxx
Beban angkut pembelian – xxx
b) Unsur-unsur yang mengurangi harga pokok penjualan, yaitu : retur pembelian, potongan pembelian dan persediaan barang dagangan akhir, saldonya dipindahkan ke dalam perkiraan harga pokok penjualan.
Persediaan barang dagangan xxx -
Retur pembelian xxx -
Potongan pembelian xxx -
Harga pokok penjualan – xxx
Contoh :
Data yang diperoleh dari neraca saldo PD Hidayah pada tanggal 31 Desember 2010 sebagai berikut :
Nama Perkiraan Debit Kredit
Persediaan brng dagangan
Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Beban angkut pembelian Rp 20.250.000,00
Rp 90.500.000,00

Rp 6.750.000,00

Rp 3.250.000,00
Rp 4.500.000,00

Pada tanggal 31 Desember 2010, persediaan barang dagangan yang masih tersisa sebesar Rp 17.250.000,00
Dari data diatas apabila dibuat jurnal penyesuaiannya adalah sbb:
a) Jika digunakan perkiraan ikhtisar R/L
2010
Des 31 Ikhtisar R/L
Persediaan brg dag

Persediaan brg dag
Ikhtisar R/L Rp20.250.000,000

Rp17.250.000,00

Rp20.250.000,00

Rp17.250.000,00

Data persediaan barang dagangan awal terdapat dalam neraca saldo.
b) Jika digunakan perkiraan harga pokok penjualan
2010
Des 31 HPP
Persediaan brg dag
Pembelian
B. angkut pembelian

Persediaan brg dag
Retur pembelian
Potongan pembelian
HPP Rp117.500.000,00

Rp17.250.000,00
Rp3.250.000,00
Rp4.500.000,00
Rp20.250.000,00
Rp 90.500.000,00
Rp 6.750.000,00

Rp 25.000.000,00

c. Jurnal penyesuaian untuk pemakaian perlengkapan
Pada waktu terjadi transaksi pembelian perlengkapan dapat dicatat dengan dua cara yaitu dicatat sebagai harta dengan mendebit perkiraan perlengkapan atau dicatat sebagai beban dengan mendebit perkiraan beban perlengkapan. Jurnal penyesuaian yang dibuat pada akhir periode sebagai berikut :
1) Jika dicatat sebagai harta
Beban perlengkapan xxx -
Perlengkapan – xxx
Dicatat sebagai harga perlengkapan yang dipakai selama periode akuntansi yang bersangkutan.
2) Jika dicatat sebagai beban
Perlengkapan xxx -
Beban perlengkapan – xxx
Dicatat sebesar perlengkapan yang masih ada pada akhir periode akuntansi.
Contoh :
Dalam neraca saldo perusahaan ”Abadi” per 31 Desember 2010 terdapat saldo perkiraan sebagai berikut :
Nama Perkiraan Debit Kredit
Perlengkapan bengkel
Beban perlengkapan kantor Rp 1.750.000,00
Rp 2.000.000,00
Data penyesuaian per 31 Desember 2010 sebagai berikut :
– Perlengkapan bengkel yang masih ada Rp 750.000,00
– Perlengkapan kantor yang masih ada Rp 1.250.000,00

Data di atas jurnal penyesuaian yang dibuat adalah :
2010
Des 31 B. perlengkapan bengkel
Perlengkapan bengkel

Perlengkapan kantor
Beban Perlengk. kantor Rp 1.000.000,00

Rp 1.250.000,00
Rp 1.000.00,00

Rp 1.250.000,00
d. Jurnal penyesuaian untuk beban dibayar di muka
Jurnal yang dibuat pada waktu terjadi transaksi pembayaran beban dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dicatat sebagai harta dengan mendebit perkiraan ”….dibayar di muka” atau dicatat sebagai beban dengan mendebit perkiraan ”beban…..”. jurnal penyesuaian dibuat pada akhir periode adalah :
1) Jika dicatat sebagai harta
Beban ….. xxx -
….. dibayar dimuka – xxx
– Dicatat sebesar beban yang dipakai selama periode akuntansi yang bersangkutan.
– Nama perkiraan dilengkapi dengan jenis beban yang dibayar.
2) Jika dicatat sebagai beban
….. dibayar dimuka xxx -
Beban ….. – xxx
3) Dicatat sebesar beban yang belum dipakai pada periode akuntasnsi yang bersangkutan.
4) Nama perkiraan dilengkapi dengan jenis beban yang dibayar.
Contoh :
Dalam neraca saldo per 31 Desember 2010 perusahaan ”Abadi” terdapat saldo perkiraan sebagai berikut :
Nama Perkiraan Debit Kredit
Sewa dibayar di muka
Beban asuransi Rp 2.400.000,00
Rp 1.200.000,00
Data penyesuaian per 31 desember 2010 sebagai berikut :
– Sewa dibayar tanggal 1 Mei 2010 untuk satu tahun terhitung mulai tanggal pembayaran
– Asuransi yang telah lewat waktu (kadaluwarsa) senilai Rp 800.000,00
Dari data di atas jurnal penyesuaian yang dibuat adalah :
2010
Des 31 Beban sewa
Sewa dibayar di muka

Asuransi dibayar di muka
Beban asuransi Rp1.600.000,00

Rp 400.000,00
Rp 1.600.000,00

Rp 400.000,00
Perhitungan :
– Beban sewa tahun 2010 : bulan Mei sampai dengan bulan Desember
:
: Rp 1.600.000,00
– Asuransi yang belum kadaluwarsa tahun 2010
Rp 1.200.000,00 – Rp 800.000,00 = Rp 400.000,00
e. Jurnal penyesuaian untuk beban penyusutan harta tetap
Utang biaya adalah biaya yang sudah menjadi beban dalam suatu periode tetapi sampai dengan akhir periode belum dibayar.
Beban penyusutan …. xxx -
Akumulasi penyusutan – xxx
(Nama perkiraan tersebut dilengkapi dengan nama harta tetap yang disusutkan.)
f. Jurnal penyesuaian untuk utang biaya
Utang biaya adalah biaya yang yang sudah menjadi hak perusahaan dalam suatu periode, tetapi sampai dengan akhir periode uangnya belum diterima.
Beban ….. xxx -
Utang ….. – xxx
g. Jurnal penyesuaian untuk piutang pendapatan
Piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan dalam suatu periode, tetapi sampai dengan akhir periode uangnya belum diterima.
Piutang ….. xxx -
Pendapatan ….. – xxx

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s